Selasa, 15 Maret 2016

TENTANG SEBUAH JANJI

"Kalau kita mengatakan ‘Minggu depan ketemuan, ya.” kepada rekan sepergaulan, boleh jadi mereka hanya akan menganggap itu sebagai basa-basi, sampai kita menghubungi mereka lagi untuk konfirmasi. Tetapi bagi orang kecil, kalimat itu sungguh dipegang sebagai janji. Saya, yang terbiasa melempar ‘janji surga’, sudah mengalaminya beberapa kali, dan menjadi sangat kapok serta lebih berhati-hati karena ‘dikejar’ oleh mereka, walau kadang masih kecolongan juga.

Pagi ini, ketika membuka pintu depan jam 05.30, saya kaget melihat seseorang berbadan tegap berdiri di depan pagar membawa parang. Ternyata saya baru ingat, bulan lalu seorang tukang kebun pernah lewat di depan rumah, menawarkan diri memotong dahan pohon mangga dan cempaka yang sudah sangat lebat. Waktu itu saya katakan (karena sedang bokek): “Awal bulan depan saja.”

Maka di sinilah ia sekarang. Nongkrong sejak pagi di depan rumah saya. Apa boleh buat. Terpaksa harus menelepon teman, mengundurkan janji pertemuan pagi."
- Iksaka Banu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar