Rabu, 16 Maret 2016

Bahaya tersembunyi dibalik "Silaturahmi"

Oleh Rahmat Idris

Pintu yang harus di tutup rapat ketika kita menikah adalah komunikasi dengan lawan jenis yang memiliki sejarah ketertarikan dengan kita. karena walaupun telah menikah, ketertarikan sejatinya berstatus 'dorman' didalam hati seseorang.

Maka saya wanti-wanti kepada siapapun suami di muka bumi ini, jangan buka komunikasi dengan perempuan yang pernah anda cenderungi walaupun dia sudah berstatus istri orang lain.
alasan yang berbunyi di sudut hati semisal:
"Ah..aku sudah menikah, dia pun sudah. apa salahnya memanjangkan silaturrahim" Hanyalah cara syaithan membujuk kita untuk mendekati kecendrungan kita di masa lalu.

Saya juga memakruhkan‪ #‎BilaSayaHaramkanTakutnyaNantiBanyakYangMarah ‬kepada seluruh istri jangan pernah merasa gampang dan nyaman menjalin komunikasi dengan siapapun yang pernah anda cenderungi walaupun dia sudah menikah.
alasan yang berucap di sudut hati selayak:
"Kan hanya sapaan di dunia maya, memberi koment di fesbuk ataupun menanyakan kabar di whatApss atau BBM. tidak akan memberi dampak apapun.", Hanyalah bisikan nafsu yang berusaha mencari pembenaran.

Putuskanlah semuanya. komunikasikan saja segala sesuatu dengan pasangan halal kita. bilapun harus berkomunikasi, maka pastikan hanya pada hal-hal yang perlu saja.
pertanyaan yang tidak perlu seperti:
Sudah menikah? Tinggal dimana? anak sudah berapa? nama tetangga siapa? siapa nama tukang bakso yang sering lewat didepan rumah? berapa orang istri tukang sayur yang sering mondar mandir di komplek rumah? Silahkan dimasukkan kedalam kantong plastik lalu dikirimkan ke tempat sampah terdekat..
Hihihihihihihi..

Foto: greenweddingshoes.com

Itu adalah Allah

Pernahkah...
Saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba kamu terpikirkan ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang?
Itu adalah Allah...
Yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk hatimu... (QS 4:114 , 2:195 , 28:77)

Pernahkah...
Saat kau sedang sedih... kecewa... tetapi tidak ada orang di sekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati?
Itulah saatnya di mana Allah... Sedang rindu padamu dan ingin agar kamu berbicara padaNYA... (QS 12:86)

Pernahkah...
Kamu tanpa sengaja memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu dan tiba-tiba orang tersebut muncul atau kamu bertemu dengannya atau menerima telepon darinya?
Itu adalah Kuasa Allah yang sedang menghiburmu. Tidak ada namanya kebetulan... (QS 3:190-191)

Pernahkah...
Kamu mengharapkan sesuatu yang tidak terduga... yang selama ini kamu inginkan... tapi rasanya sulit untuk didapatkan?
Itu adalah Allah...
Yang mengetahui dan mendengar suara batinmu... Dan hasil dari benih kebaikan yang anda taburkan sebelumnya (QS 65:2-3)

Pernahkah...
Kau berada dalam situasi yang buntu... semua terasa begitu sulit... begitu tidak menyenangkan...hambar... kosong... bahkan menakutkan...?
Itu adalah saat di mana Allah mengijinkan kamu diuji, supaya kamu menyadari KeberadaanNYA. Dan Alloh ingin mendengar rintihan dan doamu. Karena DiA tahu kamu sudah mulai melupakanNYA dalam kesenangan... (QS 47:31, 32:21)

Sering Allah mendemonstrasikan KASIH dan KUASANYA di dalam area, di mana saat manusia merasa dirinya tak mampu. Apakah kau pikir tulisan ini hanya iseng terkirim padamu...?
TIDAK! Sekali lagi TIDAK ada yang kebetulan...

Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu... Rasakan kehadiran-Nya... Dengarkan suara-Nya yang berkata:
"Jangan Khawatir ,AKU ada disini bersamamu..!" (QS 2:214 , 2:186, 50:16)

Selasa, 15 Maret 2016

Suami Mau Selingkuh, Ternyata Si Wanita Itu Istrinya

Suami Mau Selingkuh, Ternyata Si Wanita Itu Istrinya

Dream - Seorang pria merasa telah berbuat salah pada istrinya karena terpesona dengan wanita lain ketika berbelanja kebutuhannya. Namun setelah memperhatikan wanita itu dengan seksama, dia kaget bukan kepalang. Sebab wanita yang mampu menggoda pandangannya itu ternyata adalah istrinya sendiri.

Jason Hewlett telah menikah dengan istrinya sekitar 15 tahun. Suatu hari, ketika hendak membeli kebutuhannya di sebuah toko, Jason melihat seorang wanita berambut pirang yang cantik dan seksi. Sontak wanita itu langsung menarik perhatiannya. Saat itu juga dia pun berpikir, pria yang menikah dengan wanita ini pasti benar-benar beruntung.Tapi setelah beberapa saat mengamati, Jason segera menyadari bahwa wanita cantik itu ternyata adalah Tammy, istrinya!

Tammy tidak menyadari suaminya sedang memperhatikannya dari belakang saat menunggu dalam antrean untuk membayar. Jason terus menatap Tammy dengan rasa kagum sampai istrinya itu membayar belanjaan dan pergi keluar dari toko. Jason pun menceritakan pengalamannya itu di Facebook untuk mengajarkan nilai-nilai kesetiaan dan rasa bersyukur dalam sebuah rumah tangga.

"Sebenarnya malu untuk mengakui ini, tapi dipikir-pikir saya seolah berselingkuh hari ini. Maksudnya, saya ke Target untuk belanja barang-barang kebutuhan pria. Dan ketika akan membayar ke kasir, saya melihat seorang wanita yang begitu mempesona berdiri dalam antrean. Saya berpikir, "Wow, pria yang mendapatkannya pasti orang yang beruntung". Tetapi setelah diperhatikan, saya baru menyadari bahwa itu istri saya!

Anda tahu, semuanya terjadi seakan di luar dugaan. Saya melihat dia di toko yang sama, di baris antrean yang sama, di waktu yang sama, hanya beda mobil saja. Saat antre membayar belanjaan, dia di depan saya dan saya hanya bisa melihatnya dari jauh. Saya mencoba mengirimnya SMS tetapi dia rupanya tidak memperhatikan karena sibuk dengan belanjaan. Jadi saya menyerah untuk mendapatkan perhatiannya. Saya hanya bisa berdiri dan diam-diam mengamati perasaan saya tentang wanitaini.

Pertama, saya terkejut bahwa betapa luar biasa cantiknya dia. Saya percaya saya sering melihatnya. Tapi hari ini, saya melihatnya dengan mata yang baru dan tidak bisa percaya telah menjadi pasangannya. Itu membuat saya malu. Kedua, saya merasa takjub bahwa dia tidak melihat saya sedikit pun. Ini adalah kabar baik dan kabar buruk.

Kabar baik dalam artian bahwa dia bukan tipe wanita 'jelalatan'. Baik dalam artian bahwa dia tidak melihat pria menyeramkan dengan bulu lebat di wajahnya sedang memperhatikannya dari jauh. Tapi mungkin itu buruk juga, seperti bagaimana jika yang melihat dia bukan saya? Saya perlu meminta dia untuk berhati-hati dalam kasus ini. Itu juga buruk karena saya menyadari bagaimana saya hampir tidak bisa mendapatkan cintanya, dan meski berbagai upaya telah saya lakukan beberapa tahun yang lalu untuk mendapatkan perhatian agar bisa mengatakan ya untuk sebuah kencan! Tapi akhirnya saya berhasil mendapatkannya di tengah keterbatasan dan ketidaksempurnaan saya.

Ketiga, saya akhirnya sangat senang melihat dia penuh kepercayaan diri pada hari ini, sebagai wanita yang independen, mampu, rendah hati, menyenangkan, manis, baik, dan mengagumkan. Saya tidak mengatakan apa-apa, tidak memanggilnya. Cuma mengawasinya berjalan pergi keluar dengan perasaan kagum, tahu bahwa dia istri saya dan saya mencintai segala sesuatu tentang wanita ini.

Pelajaran Hari Ini: Ada baiknya untuk sebisa mungkin melihat orang yang kita cintai dengan sudut pandang baru untuk mengingatkan kita betapa beruntungnya kita memiliki mereka dalam hidup kita."(Sumber:viral4real.com)

Voltaire dan Tere Liye

Oleh Rahmat Idris|
Sunset bersama Voltaire dan Tereliye|


Hari masih jam 10 pagi, ketika suara penanda surel masuk berbunyi di HP Tereliye. Ding! Sigap Tereliye membuka akun inbox miliknya. Secarik surat dari seseorang yang cukup dikenal di dunia persastraan dan filsafat dunia terlihat di barisan paling atas.

Dari: Francois Marie Arouet 'Voltaire'

Judul: Ngopi yok bang.

Isi surat: Ngopi yok sore ini di tempat biasa. Lagi butuh teman diskusi ini.

Bang Tereliye mereply singkat: Okeh.

Singkat cerita mereka berdua bertemu, berdiskusi seperti biasanya, ngalor ngidul beberapa saat, lalu tertawa lepas tanpa beban. Tiba-tiba saja Voltaire mengalihkan pembicaraan ke sesuatu yang sedang up to date:

Voltaire: Bang Tere Liye, kok bisa ya statusmu jadi trending topic di twitter? Keren sekali itu. Aku saja yang melalang buana di dunia persastraan dan drama sejak 300 tahun yang lalu tidak pernah sampai menjadi trending topic di twitter.

Tereliye: Biasa mas. Dunia maya itu. Tidak perlu diperbincangkan. Hanya merusak suasana diskusi kita sore ini.

Voltaire: Tapi reaksi yang muncul seperti sangat masiv. Bahkan sampai buku-bukumu diajak boikot bersama. Apakah memang tulisanmu itu sangat menghina dan menyakiti mereka?

Tereliye: Tidak ada yang tersakiti mas Voltaire. Kalau ada yang sensi, itu mah urusan mereka masing-masing. Dampak dari tulisan saya tidak pernah sampai membuat kerjaan orang terlantar. anak manusia menjadi yatim, seorang istri jadi janda, para suami dipenjara atau setidaknya membuat pemerintah berang dan memutuskan menaikkan harga BBM malam ini juga. Dibandingkan dengan tulisanmu ya mas, dulu ketika dimasukkan penjara. Tulisanku ndak ada apa-apanya.

Voltaire: Jadi apa juga penyebabnya mereka sampai menjadikanmu trending topic?

Tereliye: Gini mas, Sebenarnya yang dulu memasukkan kamu kepenjara dengan yang hari ini ribut soal statusku sama saja kok. Sama-sama dari golongan fanatis. Bedanya, yang memasukkan kamu kepenjara adalah aristocrat fanatic seperti Chevalier de Rohan, kalau aku adalah fanatic liberal dan komunis yang ngakunya sih fans kamu mas.

Voltaire: fans aku? Kok bisa?

Tereliye: Lah, abis mereka merasa paling pintar kalau kritik masalah agama. Tepuk tangan paling kuat kalau MUI di dijina atau diolok-olok. Seperti perkataanmu lah mas, organisasi berdasarkan keagamaan adalah penipuan. "Ecrasez l'infame", barang jelek dari masa lalu yang dari dulu kamu benci.

Voltaire: Ndak bisa seperti itu. Dulu, masaku dogma agama itu memang cara untuk melanggengkan kekuasaan para raja dan alasan untuk melegalkan kejumudan dalam berpikir. Sekarang kan tidak seperti itu lagi. Kekuasaan tidak tergantung pada pemuka agama dan saint di perlakukan secara adil di depan agama.

Tereliye: Lah, mau gimana lagi mas Voltaire. Kan tidak semua orang bisa diskusi dengan kamu seperti aku. Setidaknya aku tahu, walau kamu memburukkan nabi Muhammad dalam dramamu Le Fanatisme ou Mahomet le Prophete seolah nabiku sadis dan super villain, aku tahu target yang kamu bidik ya keuskupan roma. Walau kamu berusaha bermain cantik biar tidak kena pasal subversif.

Voltaire: Le Fanatisme ou Mahomet le Prophete kan setingan mas. Sejatinya aku menghargai agama Islam sebagai agama yang bijak, ketat, dan manusiawi. Di akhir-akhir masa kegemilanganku pun aku mengakui Nabi Muhammad merupakan orang yang berkuasa, yang menyampaikan dogma-dogmanya dengan keberanian. Namun, agamanya penuh maaf dan toleran.

Tereliye: mau setingan atau enggak, kalau mas Voltaire menghina nabi tetap dosa lho mas. Tapi gini aja, setidaknya aku dah ngingatin kamu biar ndak gitu lagi. Selanjutnya aku bersikap seperti perkataan kamu yang sering di kutip sama fans kamu, “Je hais vos idées, mais je me ferai tuer pour que vous ayez le droit de les exprimer.”(Artinya: Saya tidak setuju dengan apa yang Anda katakan, tapi saya akan membela sampai mati hak Anda untuk mengatakan itu)

Sayangnya, para fans kamu itu yang pada sering ngutip itu perkataan kamu itu pula yang hari ini paling keras menyerukan boikot kepada buku yang aku tulis. Persis seperti rivalmu dulu yang berkoar-koar agar drama dan tulisanmu diboikot. Dunia memang menyedihkan, di satu sisi ngakunya toleran, di sisi lain lebih arogan dan fundamental daripada yang mereka cap arogan.

Voltaire: Mungkin buku kamu pada nyakitin mereka bang. Nyindir mereka secara langsung?

Tereliye: Piye toh mas. Novel aku Cuma berkisah soal cara menjadi bahagia di dunia ini. Cara menjadi anak yang shalih/at. Bagaimana menilai orang bukan dari rupa. Bagaimana menjadi ayah yang baik, berusaha menemukan kebahagiaan hidup walau tinggal di kampong terpencil di gunung dan lembah. Satu dua bicara cinta yang tidak kesampaian. Lalu apa hubungannya itu sama tudingan mereka?”

Voltaire: ada adegan mesum-mesum di novelmu? Mungkin penyebab di boikot.

Tereliye: Boro2 mesum. Pacaran aja menurutku pekerjaan sia-sia. Mesum? Sorry, tulisan aku gak boleh ada content begituan.

Voltaire: Lalu alasan apa karyamu ikut-ikutan di boikot kalau isinya tidak ada kritikan atau seperti tulisanmu di status?

Tereliye: alasannya kebencian dan fanatisme mas. Sesuatu yang mengiringmu dahulu ke penjara dan hari ini berusaha menjatuhkanku dengan cara melakukan bully berjamah.

Sambil menyesap kopi tanpa sianida pesanannya, Voltaire manggut-mangut sejenak. Pikirannya menerawang sembari berpikir nakal, bagaimana seandainya bila dia membuat drama baru dengan judul : Le Fanatisme ou Tereliye. Apakah bakal booming seperti Le Fanatisme ou Mahomet le Prophete?

‪#‎MurniFiksi‬‪#‎GakUsahBaper

Perbedaan Dateline dan Deadline

PERBEDAAN DATELINE dengan DEADLINE
nih penjelasan singkat dan jelas serta padat mengenai perbedaan Dateline dengan Deadline.
Jadi ini bukan soal kata yang beda atau kurang satu huruf, tapi sudah beda arti dan memang beda huruf. Kalau kurang memiliki pemahaman tentang keterangan dalam bahasa Inggris, saya kasih gambaran singkatnya secara kasar:

Dateline: baris dalam dokumen tertulis atau publikasi tercetak yang memberikan keterangan dan waktu suatu komposisi atau masalah. Gampangnya, kalian kalau pernah nulis surat baik jenis apapun entah surat cinta atau ke bos atau bahkan surat yg isinya "dear diary hari ini aku bete" pasti ngasih tanggal dulu kan di atas? Nah itu namanya Dateline..

Deadline: batasan waktu atau tanggal pada sesuatu yang harus diselesaikan
Contoh gampang: lagi punya tugas kuliah terus besok dikumpulin. Nah pada kata "besok" inilah deadline itu. Jadi kamu kerennya kalo lagi ngeles ajakan pacar buat ngabisin waktu sama selingkuhan, bilangnya "Aduh, ga bisa sayang. Lagi ada deadline tugas kuliah Mikrobiologi Cloning Biodiversity nih. Susah banget. Laen kali aja ya. I love you".
Gitu..
Semoga paham ya..
I love you all

TENTANG SEBUAH JANJI

"Kalau kita mengatakan ‘Minggu depan ketemuan, ya.” kepada rekan sepergaulan, boleh jadi mereka hanya akan menganggap itu sebagai basa-basi, sampai kita menghubungi mereka lagi untuk konfirmasi. Tetapi bagi orang kecil, kalimat itu sungguh dipegang sebagai janji. Saya, yang terbiasa melempar ‘janji surga’, sudah mengalaminya beberapa kali, dan menjadi sangat kapok serta lebih berhati-hati karena ‘dikejar’ oleh mereka, walau kadang masih kecolongan juga.

Pagi ini, ketika membuka pintu depan jam 05.30, saya kaget melihat seseorang berbadan tegap berdiri di depan pagar membawa parang. Ternyata saya baru ingat, bulan lalu seorang tukang kebun pernah lewat di depan rumah, menawarkan diri memotong dahan pohon mangga dan cempaka yang sudah sangat lebat. Waktu itu saya katakan (karena sedang bokek): “Awal bulan depan saja.”

Maka di sinilah ia sekarang. Nongkrong sejak pagi di depan rumah saya. Apa boleh buat. Terpaksa harus menelepon teman, mengundurkan janji pertemuan pagi."
- Iksaka Banu

MENGHARGAI FOTOGRAFER

Bukan tidak memahami resiko, terkena gelombang air laut. Tapi fotografer berkorban semua itu untuk sebuah foto yang terbaik. Mereka rela berendam, bangun pagi menunggu matahari terbit, kadang kamera terendam air adalah kecintaan mereka mendapatkan foto menarik. Hargailah fotografer dengan tidak mengambil fotonya tanpa ijin. Mungkin kita memandang remeh itu semua, krn menganggap hanya sebuah foto. Tapi, sebenarnya dibalik foto itu, begitu banyak pengorbanan yang mereka lakukan.
(Yuyung Abdi)